3 Masalah Utama Penyebab Anak Anda Malas Belajar

3 Masalah Utama Penyebab Anak Anda Malas Belajar-Hallo Bunda. Apa kabarnya hari ini?. Semoga kabarnya selalu baik ya bunda. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi dengan bunda tentang "Masalah Populer Penyebab Anak Malas Belajar". Pernahkah bunda mengalami kesulitan untuk menyuruh anak belajar di rumah atau pergi ketempat les? atau mungkin bunda tiap hari mendengar tetangga atau teman bunda curhat mengenai anaknya yang sulit untuk di ajak belajar?. Jika iya maka bunda sangat tepat berada di sini. Silahkan bunda melanjutkan membaca sharing dari saya.

Sebagian besar orang tua mengalami kesulitan ketika meminta atau mengajak anaknya untuk belajar. Respon yang muncul dari anaknya pun bermacam-macam misalnya:

"Entar dulu deh mah, belum perlu"
"10 menit lagi ya mah, (tapi bisa molor sampai 1 jam)"
"Kan adik ga ada ulangan mah, jadi ya gapapa ga belajar"
"Aduh,, Kepala aku pusing mah kalau buat belajar"
"Lagi seru nih mah main gamenya"
"Ih.. mamah bawel banget deh"
"Masih capek mah"
dan lain sebagainya.....

Sampai akhirnya bunda sendiri capek untuk membuat anak bunda segera belajar dan akhirnya give up. Jika bunda berada dalam keluarga yang berkecukupan mungkin bunda bisa memilih alternatif dengan memakai jasa les privat atau kursus ke tempat bimbel. Akan tetapi jika kondisinya tidak demikian maka mau tidak mau bunda berkewajiban untuk mengedukasi anak bunda untuk terus belajar. Karena itu memang kewajiban kita sebagai orang tua.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Bimbel Berkualitas dan Tepat untuk Anak

Faktor Terbesar Penyebab Anak Malas Belajar

1. Stress

Biar bunda lebih paham apa arti dari 'Stress', baiknya kita simak dulu apa arti stres menurut para ahli yang saya kutip dari situs psikologihore.com - Definisi Stres adalah sebagai berikut:

Weinberg dan Gould (2003) mendefinisikan stres sebagai “a substantial imbalance between demand (physical and psychological) and response capability, under condition where failure to meet that demand has importance concequences”Artinya, ada ketidakseimbangan antara tuntutan (fisik dan psikis) dan kemampuan memenuhinya. Gagal dalam memenuhi kebutuhan tersebut akan berdampak krusial.

Robbins (2001) menyatakan bahwa stres merupakan suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai sesuatu kesempatan di mana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang.


Dari definisi dua ahli di atas dapat kita ambil poin:

1. Ketidakseimbangan antara tuntutan fisik dengan kemampuan tubuh dan berdampak pada kegagalan
2. Adanya kondisi yang menekan psikis seseorang dalam kesempatan tertentu, akan tetapi ia mengalami kendala karena ada penghalang di sana

Lalu apa kaitannya dengan anak bunda yang malas belajar?

Begini penjelasan yang bisa saya sampaikan ke bunda.

Jika bunda perhatikan lebih detail terhadap pola keseharian anak bunda, maka bunda akan mendapati bahwa anak bunda sudah seperti mesin yang setiap harinya akan melakukan hal yang sama.
Mulai dari bangun pagi, mandi kemudian siap-siap pergi untuk belajar. di sekolah mungkin seharian belajar, tugas, PR, kerja kelompok dan dengan segala tetek bengek yang harus anak bunda selesaikan. Sampai di rumah mungkin anak bunda sudah capek, maunya istirahat, malas belajar, bawaannya moodi, sedikit-sedikit ngambek dan lain sebagainya. Begitu berulang-ulang di kehidupannya.

Apakah keseharian ini menyebabkan ia mengalami stress?
Jawabannya bergantung kemampuan fisik dan mental anak bunda. Semakin kuat fisik dan mentalnya, maka semakin kecil tingkat stress yang mungkin ia alami. Begitu juga sebaliknya jika kondisi fisiknya lemah dan mentalnya tidak cukup kuat, maka sudah bisa dipastikan ia merasa tertekan dengan pola kesehariannya.
Baca Juga: Tips Merespon yang Tepat Saat Anak Mendapatkan Nilai Buruk
Jika anak bunda berada dalam kondisi seperti ini, maka tentu akan sulit bagi bunda untuk membuat anak bunda mau belajar lagi di rumah, karena beban psikis dan fisik yang belum bisa menyeimbangkan dengan tuntutan bunda pada saat itu. Alhasil muncul sejuta alasan dari anak bunda untuk tidak melakukan apa yang bunda inginkan.


2. Gadged

Saya yakin pasti faktor yang satu ini sangat bunda rasakan sekali bahwa gadged membuat anak bunda menjadi ketagihan berlama-lama di depan layarnya dan lupa dengan kewajiban belajarnya. Mungkin sudah sangat banyak situs yang membahas mengenai bahaya Gadged bagi perkembangan anak. Memang benar bahwa hadirnya gadged saat ini sangat signifikan mengubah pola kehidupan sosial dari anak-anak sampai orang dewasa.
Lalu dibagian mana Gadged membuat anak bunda menjadi malas belajar?
penjelasannyaadalah Gadged menawarkan kemudahan dalam akses informasi di dunia maya yang menyebabkan anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. rasa ingin tahu yang besar dan tidak terkontrol akan menyebabkan anak kecanduan internet. hal ini di sebabkan gadged menawarkan sejumlah media sosial, game, konten anak, remaja sampai dengan konten negatif seperti konten dewasa/pornografi yang berakibat buruk bagi anak.
Saya tegaskan kembali bahwa kecanduan akan penggunaan gadged oleh anak bunda karena terkoneksinya perangkat anak bunda merupakan kombinasi yang sempurna untuk menghalangi anak bunda untuk beralih ke kondisi lain seperti kegiatan belajar. Maka bunda perlu sekali dalam mengotrol penggunaan gadged dalam kesehariannya.

Seperti halnya yang dikemukakan oleh Winoto dalam (Giga Kurnia, 2014), bahwa :
“Anak-anak pada dasarnya belum waktunya untuk diberikan sebuah telepon seluler pribadi, hal ini dikarenakan pada anakanak dikawatirkan anak-anak akan berubah menjadi memiliki"


prilaku konsumtif yang berlebih. Memang anak-anak sekolah dasar dan juga menengah pertama masih sangat dilarang atau memerlukan pengawasan yang ketat dala menggunakan gadget dalam aktivitas sehari-hari mereka”.

Jadi sangat jelas kan bunda bahwa dimana letaknya yang membuat anak bunda malas belajar karena hadirnya gadged di tengah-tengah kehidupan sehari-hari.


3. Pergaulan

Pergaulan dan lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kebiasaan dan membentuk pola dan karakter anak secara perlahan-lahan. Jika anak tumbuh dalam pergaulan dan lingkungan yang positif, maka sudah bisa dipastikan ia tumbuh secara positif.


Menurut Conger (dalam Jahja, 2011): 
“Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dari dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok sebaya.”

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006):  
“Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah kondisi lingkungan siswa. Kondisi lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan teman sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar.”


Penutup

Perlu bunda ketahui bahwa pergaulan ini tidak hanya secara kasat mata ia berteman dengan siapa, bermain dimana dan siapa saja teman dekatnya. Lebih jauh pergaulan ini bisa berbentuk pergaulan lewat interaksi dunia maya seperti chatting dan interaksi lainnya di dunia maya. Pergaulan di dunia maya juga tidak kalah hebat dalam membentuk pola pikir dan pengaruh terhadap perkembangan anak bunda.

Jangan sampai bunda hanya berfokus pada pergaulan sehari hari yang bunda bisa lihat di dunia nyata. Tetapi bunda perlu kontrol juga bagaimana anak bunda berinterkasi dengan orang lain lewat dunia maya, topik apa yang ia suka baca, situs apa yang serin ia buka, jika ada group maka group itu lebih sering membahas tentang apa. itu semua juga perlu bunda waspadai.



  • Anjuran artikel, Paling banyak dibaca pengunjung:

0 Response to "3 Masalah Utama Penyebab Anak Anda Malas Belajar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel